Sandal Jepit Istriku (Kisah Renungan)

Kisah ini menceritakan tentang kekhilafan seorang suami dalam memperhatikan keperluan istrinya. Sehingga sampai terlontar ucapan ‘Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?’ sesal hatiku.

Yang Membuat Istri Bahagia Bersama Suami

Suami Anda mungkin tidak pernah berkata-kata secara terbuka dan apa adanya kepada Anda. Setiap Anda bertanya kepadanya ia selalu menjawab dengan . . .

AMIKOM pecahkan Rekor MURI

Selasa (9/2) STMIK AMIKOM Yogyakarta mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Pemrakarsa dan Penyelenggara Pameran Karya Mahasiswa Bidang Teknologi Informasi dengan Jenis Terbanyak.

Daftar Nama-Nama Klub LPI

Liga Primer Indonesia (LPI) yang rencananya akan dihelat pada Sabtu (8/1/2011) di ikuti oleh 19 klub Indonesia. Diantara 19 klub tersebut memang ada yang awalnya . . .

Tampilkan postingan dengan label Life Style. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Style. Tampilkan semua postingan

11 April 2011

Amsterdam on wheels

Although the first Dutch bicycles in the 1860s were actually French clones, Amsterdam soon emerged as the biking capital of the West by opening the world’s first rent-a-bike business in 1869.
Soon, the bicycle - or fiets - became the preferred mode of transportation for everyone from the clog-clad worker to the royal family. Today there are some 550,000 bikes in this city of approximately 800,000 people, with Amsterdammers collectively cycling an estimated two million kilometers each day. There are opportunities aplenty for visitors to make use of the dizzying array of two- (or one- or three-) wheeled vehicles. So when in the city, make like the locals and hop on one of the many options below.
Tours and rentals
Cycling tours can be divided into two categories: the guided and the DIY. Most of the city's rental agencies offer regular guided tours, from the traditional (canal houses, Red Light District, Royal Palace) to the more outlandish. For the latter, check out Orange Bike's Singing Guide Tour, where a local will sing you through the city's sites (not recommended for the easily embarrassed). Their other specialty tours include one for the snack food junkie (think Dutch pickles and cheese) and another for the beach bum, among others.
For those who want to go Dutch, the ultimate inconspicuous (as in all black, no branding) rentals can be found at Bike City, whose mission is to "blend in with the locals". Also try the laid-back and friendly Mike's Bike Tours. Although having a reputation as providing the "insiders" tour of the city, Mike's also offers a countryside tour that takes you up the Amstel and out into the nearby terrain of windmills, clog factories and cheese farms.
And for those who do not mind branding themselves as tourists, the popular MacBike offers locations throughout the city and even has bakfiets - or cargo bikes - for rent (great for hauling kids or souvenirs). In the DIY touring category, they also have a slew of inexpensive themed maps for purchase that encourage custom-made tours on topics like architecture, gay sites, Jewish sites, art and film (see where Sean Connery filmed 007's only Dutch adventure). If travelling with the children, Joy Ride Tours offers private kiddie-friendly outings to the Amsterdamse Bos (Amsterdam Forest), while their more adult offerings include a Cannabis Tour and the Canal Boat and Bike Tour.
For the ultimate DIY bike tour, simply rent a bike from any of the above, hop a ferry behind Central Station to Amsterdam-Noord, and cycle back in time to the lovely villages of Holysloot or Nieuwendam, stopping at a typical brown café along the way.
Bike taxis
Similar to a horse-drawn carriage, but with a cyclist instead of a horse doing all the work (well, most of it; they are aided by a small electric motor), you will inevitably run into these eco-friendly contraptions in the city's tourist spots, especially Dam Square. It is a lovely way to travel, if you are not in a rush. You can book one in advance via fietstaxiamsterdam.nl.
Pedal boats
Canals and bikes - you cannot get more Dutch than that. Get more bang for your buck by combining the two: rent a waterfiets - or water bike - and pedal your way through the city's canals at your own leisure. More information is found at canal.nl/bike/en/.
Beer bike
Forget everything you ever learned about not drinking while driving: this bike was made to imbibe. While many of the rental agencies offer pub/brewery crawls, this specialty bike is itself a bar on wheels. Ard Karsten, the brains behind BeerBike.co.uk (do not be fooled by the URL - it is in Amsterdam), offers beer bikes that seat up to 18 peddlers around a central bar with a tap, allowing riders to drink while cycling their way through town.

news.bbc.co.uk

24 Maret 2011

Benarkah Facebook Tingkatkan Risiko Kanker

VIVAnews - Situs jejaring sosial semakin menjamur. Berawal dari tujuan untuk memudahkan hubungan antar manusia, situs-situs seperti Facebook dan Twitter pun menjadi situs yang wajib Anda dikunjungi setiap hari.

Bahkan banyak orang menghabiskan sepanjang hari untuk berada di depan komputer atau sibuk dengan smartphone hanya untuk online di kedua situs ini. Namun tidak hanya kesenangan yang didapat, tetapi juga peningkatkan risiko kanker dalam tubuh Anda.

"Mengirim pesan melalui situs-situs seperti ini daripada bertemu langsung dapat mengakibatkan efek samping yang sangat besar dalam perubahan biologis tubuh," ujar Dr Aric Sigman, seorang psikolog, seperti dikutip oleh laman Daily Mail.

Peningkatan isolasi dapat mengubah cara kerja gen dan respon imun terhadap rasa kesal, tingkatan hormon dan fungsi arteri. Hal tersebut juga dapat mengganggu mental. Pada Jurnal yang ditulisnya, the Journal of the Institute of Biology, Dr. Sigman mengatakan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan risiko kanker, stroke, serangan jantung dan demensia.

Jejaring sosial tersebut menyediakan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan orang untuk berhubungan dengan teman-temannya tanpa harus bertatap muka secara langsung. Selain itu, mereka dapat upload foto, bermain games, dan menulis status update. Walaupun didesain untuk menghubungkan banyak orang, situs-situs tersebut memiliki peranan penting untuk membuat orang-orang yang ketagihan bermain semakin terisolasi.

Para peneliti menemukan bahwa jumlah waktu yang digunakan orang untuk bertemu muka berkurang secara dramatis sejak terjadinya peningkatan penggunaan media elektronik pada 1987. Padahal, interaksi secara langsung dapat membuat kerja hormon lebih baik, contohnya hormon 'cinta' oksitoksin, yang berfungsi membantu terjadinya ikatan antara pasangan. Bayangkan jika rasa cinta hanya dikirim melalui pesan tanpa bertemu secara langsung, kerja hormon ini pun tidak akan maksimal bahkan akan terjadi perubahan dalam produksinya.

Tentu ada perbedaan antara kehadiran yang sebenarnya dengan kehadiran virtual. Akan terjadi perubahan fungsi dari beberapa gen, termasuk yang memengaruhi sistem imun dan respon terhadap stres, berdasarkan seberapa banyak interaksi yang terjadi.

Tidak dapat dipungkiri dengan semakin menjamurnya jejaring sosial, terjadi perubahan pada gaya hidup masyarakat. Untuk menghemat waktu, orang lebih memilih bertemu secara virtual dibandingkan bertatap muka,
bahkan pendidikan saat ini banyak yang menggunakan sistem online yang memungkinkan anak usia sekolah pun tidak perlu keluar dari kamarnya untuk bersekolah.

"Media elektronik juga dapat mengurangi kemampuan anak, remaja, dan orang dewasa dalam berinteraksi sosial, selama mereka terisolasi," ujar Dr Sigman.

Hal ini terlihat jelas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang mengakibatkan berkurangnya waktu mereka untuk berinteraksi selama dua dekade terakhir. Orangtua menghabiskan waktu lebih sedikit untuk anak mereka, seperti halnya yang terjadi di Inggris. Kebiasaan makan malam bersama semakin berkurang, sedangkan jumlah orang yang memilih kerja online di rumah semakin meningkat.

"Jejaring sosial seharusnya membantu kita meningkatkan kualitas hidup, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Mereka bukan alat untuk meningkatkan, tetapi alat untuk menggantikan," ujarnya.
Dikutip dari : VIVAnews

Mitos Seputar Deodoran Pemicu Kanker

VIVAnews - Kandungan bahan kimia dalam produk kecantikan seringkali memicu perdebatan di tengah masyarakat. Informasi mengenai efek buruknya bagi kesehatan tak jarang berkembang liar menjadi sebuah mitos menyesatkan.

Seperti dikutip dari laman Shine, mitos semacam itulah yang memicu banyaknya wanita berhenti meninggalkan deodoran mengandung antiperspiran dan beralih ke deodoran yang lebih lembut. Mereka terjebak informasi yang menyebut antiperspiran dapat memicu kanker payudara.

Berikut lima mitos mengenai deodoran mengandung antiperspiran yang beredar di masyarakat:

1. Deodoran mengandung antiperspiran meningkatkan risiko kanker payudara.
2. Menggunakan deodoran sesaat setelah mencukur mengakibatkan zat kimia yang terkandung di dalamnya mudah menembus sel kulit. Ini memperbesar risiko munculnya kanker payudara.
3. Zat parabens di dalamnya dapat mengakibatkan penyakit.
4. Antiperspiran mencegah keringat keluar dari kulit, sehingga keringat yang banyak mengandung racun keluar melalui jalur lain seperti kelenjar getah bening. Racun pun akan menumpuk di jaringan payudara.
5. Pria memiliki risiko kanker payudara lebih rendah dibanding wanita. Ini karena deodoran terhalang rambut di ketiak pria dan tidak terserap langsung oleh kulit.

Menanggapi mitos yang berkembang liar tersebut, The American Cancer Society mengatakan bahwa semua informasi tersebut tidak benar. Hingga kini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa deodoran dapat memicu kanker payudara.

Fakta penelitian pada 2003 terhadap 813 wanita dengan kanker payudara dan 793 wanita tanpa kanker payudara menunjukkan, tidak ada hubungan antara kanker payudara dan penggunaan deodoran.

Jadi, Anda tidak perlu lagi khawatir menggunakan deodoran yang mengandung antiperspiran. Anda pun tetap dapat tampil percaya diri dan cantik, serta sehat dengan menggunakan produk deodoran kesayangan Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi www.cancer.org. (pet)
Dikutip dari :VIVAnews

Fakta di Balik Kanker Ovarium

VIVAnews - Tak jauh berbeda dari penyakit kanker lainnya, kanker ovarium juga dikenal sebagai 'silent killer'. Meskipun kanker yang menyerang indung telur ini secara teknis digolongkan sebagai kanker langka, data di Inggris mengungkapkan kanker ini menyerang 6.700 wanita tiap tahunnya.

Seperti dikutip dari laman mirror.co.uk, wanita yang berisiko mengalami kanker ovarium sangat bervariasi. Bisa dipengaruhi faktor genetik atau gaya hidup tak sehat.
Namun pada umumnya, wanita berusia di atas 50 tahun akan lebih berisiko mengembangkan penyakit ini.  Di Inggris sendiri, empat dari lima kasus yang terjadi dialami oleh wanita di atas 50 tahun.
Banyak wanita beranggapan bahwa kanker serviks adalah jenis kanker paling mengancam jiwa wanita. Namun, berkat adanya pemeriksaan pap smear, kanker serviks akan lebih mudah dideteksi lebih dini dibandingkan kanker ovarium.

Menurut penelitian, kanker ovarium yang juga dikenal dengan sebutan kanker ovarian ini telah membunuh sekitar 4.500 wanita per tahun, sementara kematian akibat kanker serviks hanya 1.000 kasus.

Beberapa gejala awal mungkin tidak akan pernah dirasakan bagi mereka yang mengalami kanker ovarian. Maka tak heran, jika pasien mengalami keterlambatan penyembuhan karena kanker yang dialaminya telah memasuki stadium lanjut.

Penelitian menunjukkan, wanita sesungguhnya mengalami gejala pada tahap awal penyakit ini, tetapi mereka kurang menyadarinya. Terbukti, survei Ovarian Cancer Action mengungkapkan, 80% dari wanita sulit mengenali tanda-tanda ini.

Padahal, ada beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi awal penyakit ini. Mereka yang menderita kanker ovarian biasanya sering mengalami masalah nyeri panggul atau sakit perut yang terus menerus, peningkatan ukuran perut, kembung persisten, susah makan dan selalu timbul perasaan cepat kenyang meski hanya sedikit menyantap makanan.

Gejala yang tak biasa lainnya termasuk juga lebih sering buang air kecil, adanya perubahan kebiasaan buang air besar, sering mengalami sembelit, diare, merasa lelah berkepanjangan.

Jika Anda mengalami beberapa kondisi dari gejala di atas, Dr Khalil Razvi, ginekolog dari Southend University Hospital menyarankan, "Segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala ini selama empat minggu atau lebih. Setiap gejala, terutama rasa sakit, perlu diteliti lebih seksama. Makin cepat Anda didiagnosis dan diobati, makin baik peluang kelangsungan hidup Anda."
Dikutip dari VIVAnews

Bagian Tubuh Paling Menyita Perhatian Pria

'Aset' wanita ini adalah bagian tubuh paling lama dilihat dibanding bagian tubuh lain
VAnews - Saat pertama kali bertemu seorang wanita, pria ternyata bukan memperhatikan wajah, tetapi payudaranya. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari New Zealand's University of Wellington.

Peneliti menemukan sebanyak 47 persen pandangan pertama pria, langsung memperhatikan payudara. Lalu, bagian tubuh lainnya yang juga pertama kali jadi pusat perhatian adalah pinggang dan pinggul. Sementara, hanya kurang dari 20 persen pria yang melihat wajah wanita saat bertemu untuk pertama kalinya. 

Menurut para peneliti, payudara bukan hanya menyita perhatian pria saat bertemu wanita pertama kali. Tetapi juga merupakan bagian tubuh yang paling lama dilihat dibanding bagian tubuh lainnya. Alasannya, jika dikaitkan dengan evolusi, wanita dengan payudara besar serta memiliki pinggang yang ramping, dipercaya memiliki tingkat hormon estrogen yang tinggi dan lebih subur. Terlepas dari itu ada alasan lain mengapa pria sangat suka memandang payudara wanita.

"Pria suka berlama-lama dan sering memandang payudara wanita kemungkinan karena bentuknya yang estetis, terlepas dari apapun ukurannya," kata salah satu peneliti seperti dikutip dari Times of India.

Tim peneliti meminta pria para subjek penelitian, melihat enam foto wanita yang sama. Foto tersebut diubah secara digital untuk menambah atau mengurangi ukuran, pinggang, payudara dan pinggul. Peneliti kemudian mencatat area tubuh yang diperhatikan para pria untuk pertama kalinya, berapa kali mereka melihat dan seberapa lama, dengan menggunakan kamera serta cermin untuk mengukur gerakan mata pria.

"Delapan puluh persen dari pandangan pertama pria adalah dada dan bagian tengah perut. Tetapi pria secara lebih konsisten memandang payudara dibandingkan area tubuh lainnya," ungkap peneliti.

Juga diketahui pria menatap lekukan tubuh wanita yang membentuk jam pasir untuk pertama kalinya selama sekitar 0,2 detik. Lalu, bagian tubuh wanita lainnya yang juga diperhatikan pria saat pertama kali bertemu adalah lengan, kaki bagian bawah dan kaki. (pet)
Dikutip dari:VIVAnews

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More